Beberapa hari yang lalu tiba-tiba 2 orang ibu datang meminta bantuan di BPS tempatku bekerja untuk menolong ibu postpartum sejak subuh yang perdarahan hebat. Jam sudah menunjukkan pukul 13.50 Wita...dan itu berarti 10 menit lagi jam kerjaku sudah habis.Untunglah pada saat itu ada teman sekerjaku yang lagi BT dirumahnya sendirian datang keBPS menemaniku. Maka diutuslah aku sama temanku itu oleh bosku ke rumah pasien itu.
Maka dengan berbekal semua peralatan yang ada kami tancap gas ke rumah pasien itu. Tapi, sebelum itu kami singgah dulu ke rumah temanku itu karena harus mengganti roknya dengan celana. Soalnya mana bisa dengan rok mini itu dia bekerja.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, di bawah terik sinar mentari dan debu-debu jalanan, serta melewati jalanan yang becek, maka sampailah juga kami di rumahnya....rumah mungil yang sangat sederhana, yang ditempati 5 orang anak termasuk babynya yang masih kecil-kecil.
Hal pertama yang membuat aku shock adalah apa yang kulihat di samping rumah ibu tadi yang hanya berjarak 1 rumah dari tempat tinggalnya.Sementara tetangganya ada yang lagi berjuang melawan mautnya, mereka malah sibuk saling memberi semangat kepada ayam-ayamnya untuk menumpaskan lawan-lawannya (baca : sabung ayam). Astagfirullah...Semoga Allah mengampuni mereka....
Melihat keadaan ibunya yang sudah lemas dan pucat dengan bau yang sangat amis....membuatku dan temanku jadi gak tenang...berkali-kali kami mencoba memasang infus tapi gak berhasil karena kulit ibunya aja udah rapuh banget...jarum aja terasa keras saat ditusukkan....tapi..akhirnya berhasil juga...walaupun kami udah gak pake prinsip sayang ibu lagi...
Ternyata setelah diperiksa...sumber perdarahannya adalah dari robekan serviks yang sangat banyak akibat terlalu dipaksa dan didorong terlalu lama oleh suaminya sendiri....Masya Allah....beraninya ibu ini..pikirku melahirkan hanya berdua dengan suaminya.
Apa alasannya??? katanya dia takut tidak bisa pulang dari rumah bidan karena ketiadaan biaya...
Ya Allah...kasian banget....dia lalu curhat bahwa tambak suaminya gak berhasil-hasil dan dia sempat jadi TKW di Malaysia...Ketika kusarankan untuk berKB dulu..dia masih pikir-pikir karena dia masih ingin punya anak laki-laki...
Diam-diam aku juga kagum padanya....biarpun anaknya udah banyak dia gak takut dengan rezekinya nanti...(HEmmm)
Setelah semuanya dirasakan baik...maka pamit pulanglah kami berdua....dan acara sabung ayam itu masih saja terus berlangsung....padahal tidajk jauh dari situ juga berdiri sebuah masjid....Dimanakah hari-hati mereka....????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar