
Benarlah kata kebanyakan orang kalau serapat-rapatnya kita menyimpan bangkai pasti baunya akan tercium juga.Inilah yang terjadi pada seorang teman yang baru 3 bulan terakhir kukenal. Pada awalnya aku tak berprasangka macam-macam terhadapnya. Aku sangat percaya dengan semua yang diceritakan olehnya, tentang asal usulnya, dimana dan bersama siapa dia tinggal di kota ini.Teman baruku ini memiliki wajah yang cantik, di atas rata-ratalah menurutku dan kuyakin banyak lelaki yang jatuh hati padanya.
Dia mengaku tinggal bersama paman dan bibinya disini dan yang sering mangantar dan menjemputnya ke tempat kerjanya adalah sepupunya. Aku tak menaruh curiga sedikitpun dan tak pernah bertanya lebih jauh. Tapi, seiring berjalannya waktu ketika ada menyelidiki dimana dan bersama siapa dia tinggal maka menjadi terbuka lebarlah kebenaran yang sesungguhnya.Teman baruku itu ternyata tinggal satu kost bersama pacarnya. Pacar yang akhirnya diakuinya juga sebagai tunangannya itu tapi jelas dan nyata bukan suaminya. Bertunangan belum dapat melegalkan suatu hubungan menjadi sah sehingga bebas untuk melakukan apa saja bahkan sampai tinggal seatap.
Aku sangat mengasihani akan ketidakjujurannya ini...pada dasarnya suka berbohong maka akan terulang terus hingga beberapa kali hingga membuatku tak lagi mudah percaya terhadapnya.Ketidakjujurannya ini hanya kan membuat posisinya selalu terjepit dan tak membuat orang lain respek lagi terhadapmya seperti diriku.Demi seorang lelaki yang belum pasti menjadi suaminya dia rela untuk berkorban apa saja bahkan berbuat dosa sekalipun.
Dan seiring berjalannya waktu pun, hubungan mereka menjadi tergoyahkan...akhirnya mereka putus dan membuat temanku ini menjadi begitu rapuh hidupnya dan akhirnya setiap pekerjaan yang dilakukannya menjadi kacau balau karena pikirannya selalu terpusat pada masalah yang dihadapinya.
Kalau sudah begini hanya kalimat penyesalan yang dapat dia ucapkan dan air matanya pun tak mampu untuk menyembuhkan luka di hatinya....Dan suatu malam dia pernah mengungkapkan bahwa dia ingin shalat...untuk menenangkan hatinya yang sedang resah...Aku yang mendengarnya pun lantas bersyukur.Akhirnya di masih ingat juga dengan Penciptanya Yang Maha Tahu Segalanya walaupun dia seperti kebanyakan manusia lain yang hanya mengingat Allah di kala susah saja Aku berharap tak hanya di kala susah saja dia mengatakan seperti itu tapi juga sebaliknya di saat dia memperoleh kenikmatan dia juga masih ingat dengan Allah.
Tentu banyak hal yang bisa kupetik dari kisah yang dialaminya ini bahwa tak selamanya kebohongan itu dapat terjaga dengan rapi.Suatu saat kebohongan bertubi-tubi yang kita buat justru akan menyengsarakan diri kita sendiri. Apalah artinya memiliki wajah yang begitu rupawan dan nyaris sempurna jika lisan dan hati tak mampu dijaga dengan baik.Kemuliaannya sebagai seorang wanita pun menjadi luntur seketika hanya karena sebuah kata yang begitu dahsyat pengaruhnya bagi hidupnya yaitu CINTA....
Aku hanya bisa berdoa..semoga Allah selalu memberikannya petunjuk dan hidayah menuju jalanNya
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar